Ruang untuk saling berbagi, pembelajaran yang merdeka, berpusat pada murid hingga terwujud student wellbeing.
Rabu, 23 November 2022
Nasihat ustadz (1)
Bapak Ibu guru hebat... berikut video singkat salah satu nasihat dari ustads, silahkan dimanfaatkan untuk kegiatan pembelajaran sosial emosional.
Kiranya, murid sangat perlu dibekali nasihat bahwa doa orang tua itu sungguh luar biasa dahsyatnya. Semoga murid-murid kita memiliki karakter mulia, menyejukkan hati, dan memuliakan orang tuanya.
Silahkan Bapak Ibu tuliskan di komentar, kata kunci yang akan disampaikan kepada murid-murid.
Semangat selalu, semoga sukses.
Nasihat Pak Habibi (1)
Bapak Ibu guru hebat... berikut video yang berisi sebagian nasihat Bapak Habibi. Silahkan dimanfaatkan untuk kegiatan pembelajaran sosial emosional di kelas Bapak Ibu.
Penyesalan Anak terhadap Ibunya
Bapak Ibu guru hebat... berikut adalah video singkat terkait anak dan ibunya. Manfaatkan video ini untuk media pembelajaran sosial emosional di kelas.
Kamis, 25 Maret 2021
RENCANA GURU PENGGERAK
Apa rencana saya jika menjadi Guru Penggerak?
Rencana atau program adalah sangat perlu di dalam menentukan langkah strategis untuk mencapai tujuan.
Setelah mendapatkan bekal dari pembekalan sebagai calon guru penggerak, saya berusaha untuk menyusun program yang berisi tahapan langkah untuk mewujudkan semuanya.
Langkah yang saya ambil selalu mengingat akan filosofis pendidikan Ki Hadjar Dewantara, di mana saya sebagai pendidik, menuntun murid untuk mengptimalkan kodratnya hingga dia mampu tumbuh kembang menjadi Profil Pelajar Pancasila.
Saya harus mengingat peran strategis Guru Penggerak dan nilai-nilai yang harus dimiliki.
Tanpa sinergi dengan segenap unsur/elemen yang ada di sekolah, tentu saja tidak mungkin akan tercapai semua itu.
Salam dan bahagia. Mari sukseskan Program Pendidikan Guru Penggerak.
Semangat terus untuk tergerak, bergerak, dan menggerakkan.
Selasa, 23 Maret 2021
PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI
Tahukah Anda, apa yang dimaksud dengan Pembelajaran Berdiferensiasi?
Pembelajaran berdiferensiasi adalah serangkaian keputusan masuk akal (common sense) yang dibuat oleh guru yang berorientasi kepada kebutuhan murid.
Keputusan-keputusan yang dibuat tersebut adalah yang terkait dengan:
1. Bagaimana mereka menciptakan lingkungan belajar yang “mengundang’ murid untuk belajar dan bekerja keras untuk mencapai tujuan belajar yang tinggi. Kemudian juga memastikan setiap murid di kelasnya tahu bahwa akan selalu ada dukungan untuk mereka di sepanjang prosesnya.
2. Kurikulum yang memiliki tujuan pembelajaran yang didefinisikan secara jelas. Jadi bukan hanya guru yang perlu jelas dengan tujuan pembelajaran, namun juga muridnya.
3. Penilaian berkelanjutan. Bagaimana guru tersebut menggunakan informasi yang didapatkan dari proses penilaian formatif yang telah dilakukan, untuk dapat menentukan murid mana yang masih ketinggalan, atau sebaliknya, murid mana yang sudah lebih dulu mencapai tujuan belajar yang ditetapkan.
4. Bagaimana guru menanggapi atau merespon kebutuhan belajar muridnya. Bagaimana ia akan menyesuaikan rencana pembelajaran untuk memenuhi kebutuhan belajar murid tersebut.
5. Manajemen kelas yang efektif. Bagaimana guru menciptakan prosedur, rutinitas, metode yang memungkinkan adanya fleksibilitas. Namun juga struktur yang jelas, sehingga walaupun mungkin melakukan kegiatan yang berbeda, kelas tetap dapat berjalan secara efektif.
Perlu diingat bahwa kesiapan belajar murid bukanlah tentang tingkat intelektualitas (IQ). Hal ini lebih kepada informasi tentang apakah pengetahuan atau keterampilan yang dimiliki murid saat ini, sesuai dengan keterampilan atau pengetahuan baru yang akan diajarkan. Adapun tujuan melakukan pemetaan kebutuhan belajar murid berdasarkan tingkat kesiapan belajar adalah untuk memodifikasi tingkat kesulitan pada bahan pembelajaran, sehingga dipastikan murid terpenuhi kebutuhan belajarnya (Joseph, Thomas, Simonette & Ramsook, 2013).
Kamis, 19 November 2020
IN HOUSE TRAINING (IHT) TUGAS DAN FUNGSI GURU
Alhamdulilah, kemarin pada hari Kamis tanggal 19 November 2020, kegiatan in house training (IHT) terkait tugas dan fungsi guru sudah terlaksana di aula SMA Negeri 3 Bojonegoro. Kegiatan ini merupakan salah satu yang saya rencanakan dalam RTLPP yang merupakan bagian on job training (OJT 2) pada diklat calon pengawas sekolah Provinsi Jawa Timur.
Tema yang ada pada IHT adalah "Kita tingkatkan kualitas pembelajaran untuk menciptakan student wellbeing".
Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman guru terhadap tugas dan fungsinya. Tugas guru mulai dari membuat persiapan pembelajaran, melaksanakan pembelajaran, hingga penilaian. Untuk itu, materi di dalam kegiatan IHT meliputi semua itu, dan dilanjutkan dengan presentasi serta diskusi.
Alhamdulillah peserta antusias. Kegiatan dilanjutkan dengan penugasan mandiri untuk mengembangkan dan memperbaiki silabus, RPP, perencanaan penilaian, perencanaan remidi-pengayaan, serta menyusun soal HOTS. Diskusi akhirnya juga mengarah pada pembahasan tentang gambaran asesmen kompetensi minimum (AKM).
Apresiasi saya berikan kepada sekolah, melalui kepala sekolah, dan waka kurikulum berupa karya buku "Sukses AKM" dan "Kumpulan Stimulus Soal". Tak lupa apresiasi juga saya berikan untuk para peserta yang sangat aktif dari yang aktif.
Beberapa file terkait materi IHT bisa diunduh di sini:
-
LANGKAH RENJANA Renjana, anak pertama sekaligus tulang punggung keluarga menghadapi masalah dalam kesendirian ditengah perantauan kota New...
-
Make a Match ( Mencari Pasangan) Oleh: Lorna Curran, 1994 Make a match adalah salah satu model pembelajaran yang b...


